Kecarian

Seperti biasa pagi-pagi buka Facebook. Seperti biasa juga langsung buka profil kamu. Tapi seperti biasa juga sebelum buka profil kamu aku balas dulu colekan kamu di profil facebook ku. Seperti biasa aku akan baca status kamu dari atas sampe bawah. Seperti biasa lagi (ini yang terakhir seperti biasanya/ takut pada bosen dengan kata seperti biasa) selalu ada yang baru dan bikin aku kepikiran dengan status kamu. Status kamu hari ini “God Please” menggambarkan kalo kamu dalam situasi kurang baik.

Jujur aku panik dan itu nggak pura-pura, aku lompat dari tempat tidur dengan gaya bebas (bukan berenang). Aku cari-cari hand phone ku yang satu lagi dan langsung tekan nomor telepon kamu yang aku hapal di dalam kepala. Nit-nat-nut-nut-net-not-not-not, begitu bunyinya. Aku tempel hand phone ke pipi aku karena di kuping lagi ada haedshet. Tapi hand phonenya aku loud speak biar kedengaran. Tuuuuuuut….. Tuuuuutttt… sampai bunyinya jadi tuut-tuuut-tuuut ga ada yang angkat…

Aku semakin khawatir, aku telepon lagi nit-nat-net-not-net-net-nut (kok bunyinya beda sama yang tadi ya). Ternyata sama aja. Bahkan aku coba beberapa kali tetep aja tak ada jawaban. Jelas aku semakin khawatir karena itu. Aku cepat-cepat mandi dan langsung berangkat keluar rumah. Berharap bisa dapat kabar kamu di luar rumah.

Begitu selesai mandi (Tidak lupa menggosok gigi) aku langsung melajukan motor ku ke jalan raya. Sampai di jalan raya aku kerjakan tugas rutinku terlebih dahulu (maaf rahasia). Setelah itu aku menuju rumahmu, berharap ada tulisan “yang punya rumah lagi di dalam, silahkan masuk”.

Sesampainya di depan rumahmu aku justru bingung harus apa, tulisan yang aku harapkan ada juga ternyata ga ada. Perlahan aku melintasi depan rumahmu seperti apa yang biasa aku lakukan sebelum berangkat ke kantor (dasar cowok freak). Aku pandangi rumahmu secara seksama, dan berharap berharap kau keluar untuk sekedar mengejar layang-layang yang putus atau mungkin coin 500 yang jatuh dari lantai dua rumah kamu.

Ternyata kamu tetap nggak keluar juga, yaudah aku kelilingin komplek daerah rumah kamu sambil menghayal jadi selebritis yang lagi kampanya politik (biar ga boring). Dari rumah kamu aku meluncur ke depan sekolah kamu dulu (siapa tahu kamu lagi reunian), dan ternyata kamu juga nggak ada di sana, reuniannya juga nggak ada. Aku mulai berpikir kalo kamu lagi ngalamin sesuatu yang aku juga ga bisa bayangkan apa itu. Tapi karena aku ga dapat kabar dari kamu, aku jadi khawatir.

Dieviete, kamu lagi dimana ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s