8 Bulan

Hari ini, tepatnya bukan hari ini. Maksud saya kemarin. Karena delapan bulannya itu bukan hari ini, maksudnya kemarin. Jangan bingung dengan permainan kata-kata itu, karena memang tepatnya kemarin kejadiannya. Cuman saya nulisnya hari ini, jadi antara kemarin dan hari ini memang ada hubungan tidak langsung tapi dekat. Ya, bisa dibilang saudara lah. Karena apa yang terjadi kemarin saya tuliskan hari ini. Sebenarnya intinya di situ.

Oke. Terlalu lama dan terlalu banyak pengantarnya. Bikin pusing dan ga jelas. Jujur gw aja pengen ngapus paragraf di atas, cuman sayang dan lagian gw ga punya stok kata-kata lain sebagai pengganti, jadi gw biarin aja di situ. Maap yak…

Jadi kemarin itu aku dan kamu (bukan kamu-kamu semua yang baca, maksudnya, aku dan dia) merayakan hari jadian kita yang ke delapan bulan (sesuai judul kan). Eh tapi bentar dulu deh, pada kata aku dan dia kira-kira akan menjadi masalah ga ya. Takutnya pacar gw baca, terus dia nanya, siapa tuh dia? Maksudnya apaan? Kalo dia salah ngerti kan gw berabe. Karena itu gw mohon ijin sama pembaca semua (selain pacar saya) untuk memberikan kata-kata penjelasan kepada pacar saya kalau-kalau dia baca blog ini. Berikut penjelasannya:

Pacarku yang manis. Aku benar-benar tidak bermaksud membuatmu salah sangka dengan pernyataan “aku dan dia”. Kata dia dalam tulisan itu yang aku maksud adalah kamu. Jadi itu ibaratnya kalau orang lain yang baca gitu.

Bagaimanapun kau adalah yang terindah dalam setiap hentakan jantungku, pohon-pohon berbuah manis yang tunbuh subur di tepi aliran jiwaku. Kau takan pernah hilang dari aliran darahku, seperti oksigen yang selalu dicari setiap bagian dalam tubuhku. Maka tak akan mungkin aku berpaling dari cintamu. Kau akan selalu aku jaga dan aku perjuangkan dengan kekuatan jiwaku. Aku mencintaimu.

 

Kepada pembaca yang budaiman dan animan, saya sudah memberikan penjelasan pada pacar saya (dalam bentuk gombal dia pasti percaya, hehehe) jadi kita bisa melanjutkan perjalanan kita. Kita kemarin emang baru memperingati hari jadian kita yang ke delapan bulan (lagi-lagi sesuai judul). Sebagai catatan penting buat kita, selama delapan bulan kita pacarana, kita ga pernah berantem lo,,,… hehehe…  Tapi itu bukan berarti kita ga punya masalah, kita punya masalah dengan cara kita sendiri untuk mendefinisikan itu sebuah masalah, dan mencari cara untuk menghadapi masalah tersebut (ini bahasa paling keren hari ini).

Nah karena itu, kita akan sangat senang kalau-kalau ada sumur di ladang, agar kami boleh menumpang mandi. Kami senang kalau kami berumur panjang, karena kisah kami akan semakin di hati. Cieee…..

Untuk kamu, pacarku:

Aku ga bilang apa-apa, karena akan kukatakan sendiri kepadamu dan akan kulakukan sendiri kepadamu. Selamat delapan bulan sayang. Aku sayang kamu, selamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s